Universitas Nurtanio Bantu Warga Gadobangkong Lewat PKM Daur Ulang Sampah Plastik

INILAHKORAN, Bandung – Tim Dosen Universitas Nurtanio melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) lewat program daur ulang sampah plastik, di Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

PKM Universitas Nurtanio juga turut menyerahkan bantuan kepada warga Gadobangkong berupa mesin pencacah untuk daur ulang sampah plastik dari Kemenristek Dikti melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat.

Serah alat pencacah daur ulang sampah plastik dan mesin hot compression molding ke mitra pelaku pengepul sampah plastik dan ibu-ibu PKK Gadobangkong dari pendanaan hibah PKM Universitas Nurtanio dari Direktorat Kemenristek Dikti diserahkan Ketua Tim Penerima Hibah dari Universitas Nurtanio Lies Banowati.

Ketua Tim PKM Lies Banowati didampingi anggota tim, Budi Mulyati mengungkapkan, kehadiran Tempat Pengolahan Sampah dengan skema TPS3R (Tempat Pembuangan Sampah Reuse Reduce Recycle) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum jadi solusi konkrit mengatasi masalah sampah.

Saat ini, produk olahan sampah berupa cacahan plastik memang dibutuhkan untuk pabrik-pabrik daur ulang plastik. Namun, produk olahan sampah dari TPS3R tak sepenuhnya dapat diserap pasar.

Menurut Lies, Dinas Lingkungan Hidup KBB mencatat hasil olah sampah dari 6 TPS3R di Bandung Barat serta 36 bank sampah, yang mudah diserap pasar baru sebatas cacahan plastik dan magot.

Termasuk menurut Lies Banowati, di desa Gadobangkong sampah plastik masih menjadi permasalahan yang perlu dicarikan solusinya.”Terdorong dengan kondisi tersebut, maka kami Tim PKM Universitas Nurtanio kemudian melaksanakan kegiatan PKM. Disamping sebagai pelaksanaan terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi, juga untuk mendorong kesadaran masyarakat khususnya di Desa Gadobangkong,” ungkap Lies, Kamis, 16 November 2023.

Lies menambahkan, sosialisasi dan pelatihan program kegiatan PKM merupakan upaya mendesiminasikan hasil penelitian dosen dalam meningkatkan pengetahuan dan pemanfaatan daur ulang sampah plastik.

Terlebih dengan tersedianya alat pencacah plastik mampu menghasilkan serpih sampah plastik sebagai pengikat atau matriks yang dapat dikombinasikan dengan serat biomassa sebagai penguat. Sehingga menghasilkan produk biokomposit termoplastik dengan menggunakan mesin hot compression molding.

Biokomposit tersebut dapat dijadikan sebagai bahan baku kerajinan tangan tatakan gelas yang memiliki nilai jual ekonomi yang tinggi yang akan menjadi sumber pendapatan masyarakat dan menghasilkan wirausaha mandiri baru di Desa Gadobangkong, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

Sementara itu, Kepala Desa Gadobangkong, Ae Tajudin mengatakan, penanggulangan sampah plastik dari TPS3R berhulu ke pengepul dan dijual murah ke industri daur ulang yang peminatnya masih sedikit bahkan berakhir ke pembakaran sampah.

Disamping itu, tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dalam bentuk kegiatan pemilahan, pengangkutan dan pengolahan sampah plastik juga harus ditingkatkan.

“Solusi yang dilakukan untuk mengatasi masalah sampah plastik di desa Gadobangkong tersebut adalah dengan sosialisasi dan penyuluhan mendaur ulang sampah plastik. Sampah plastik yang sudah dipilah kemudian dicacah selanjutnya dijadikan bahan pengikat atau matrik yang dikombinasikan dengan serat biomassa atau serat alam seperti serat pelepah pisang, sabut kelapa, daun nanas dan lain-lain menjadi biokomposit termoplastik merupakan Teknologi Tepat Guna (TTG) hasil penelitian yang diterapkan kepada masyarakat menggunakan mesin hot compression molding yang ramah lingkungan dan ekonomis,” ungkapnya.*** (ghi)

Editor : Doni Ramdhani 19 November 2023 – 15:15

Sumber https://www.inilahkoran.id/universitas-nurtanio-bantu-warga-gadobangkong-lewat-pkm-daur-ulang-sampah-plastik

Leave a Reply