BRIN Kerja Sama dengan Universitas Nurtanio Manfaatkan Komposit Serat Alam untuk Aplikasi Struktur Drone

Jakarta: Pemanfaatan limbah sampah sebagai produk bermanfaat atau daur ulang menjadi salah satu konsentrasi dalam penelitian. Limbah dapat dimanfaatkan dalam bidang rekayasa.

Salah satu kajian tentang bahan limbah adalah pemanfaatan serat alam untuk bahan komposit. Komposit serat alam banyak dikembangkan di bidang otomotif sebagai pengganti komposit sintetik berbahan dasar fiberglass.

Kepala Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk (PRBB) BRIN, Akbar Hanif Dawam, mengatakan dunia sudah berubah dan perilaku go green semakin banyak peminatnya dengan memanfaatkan bahan alam.

“Akselerasi dalam penggunaan bahan alam di Indonesia perlu ditingkatkan dan belum terlihat yang sifatnya komersial biomassa yang sudah terimplementasikan secara besar dan masif dan di masyarakat banyak melihat sintetik berbahan dasar fiberglass,” kata Dawam dalam penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Universitas Nurtanio dikutip dari laman brib.go.id, Kamis, 22 Desember 2022.

Dawam menjelaskan saat ini industri sedang bergeser dari industri lama berbasis minyak bumi (oil refinery) menuju ke pemanfaatan sumber-sumber biomassa (bio-refinery). Ada banyak bahan biomassa, termasuk kayu, serat alam, limbah pertanian, dan lainnya.

“Industri kita banyak melakukan teknologi konversi biomassa menjadi produk biomaterial. Kami memiliki tiga fokus, yaitu biobase, bioaktif, dan biocompatible,” papar Dawam.

Dawam menyampaikan PRBB BRIN menginginkan kerja sama ini sampai ke tahap Pusat Kolaborasi Riset (PKR). Salah satu tujuan yang ingin dikejar membangun eksosistem kolaborasi riset yang memiliki beberapa input pendanaan, periset, dan infrastruktur.

“Kita fokus dangan dua keluaran yaitu publikasi internasional dan paten. Jurnal untuk daya saing kita secara scientifik memiliki reputasi dan paten menjadi keep point untuk disampaikan ke industri. Saya berharap kita dapat membangun kolaborasi tidak hanya PKS yang ditanda tangani tetapi ada kerja sama lebih lanjut,” papar Dawam.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nurtanio, Lies Banowati, menjelaskan perjanjian kerja sama ini untuk memenuhi Tri Darma perguruan tinggi. Yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian yang akan memfasilitasi kegiatan tersebut baik penelitian dosen, mahasiswa, MBKM, dan penelitian tugas akhir serta memenuhi tugas/fungsi PRBB terkait biomassa dan produk yang dihasilkan.

“Diharapkan kerja sama ini dapat berjalan lancar untuk meningkatkan penelitian bersama, bermanfaat bagi kedua belah pihak, dan menghasilkan keluaran publikasi ilmiah dan kekayaan intelektual yang mampu meningkatkan eksistensi Universitas Nurtanio,” ujar Lies.

Penanggung jawab perjanjian kerja sama dari PRBB BRIN, peneliti Ahli Muda Nidya Chitraningrum, menuturkan tujuan kerja sama ini melakukan riset bersama dalam memanfaatkan karbon aktif dari limbah alam kelapa sawit serta serat alam lainnya. Riset untuk dijadikan nilai tambah seperti memadukan keduanya atau dijadikan material komposit yang dapat diaplikasikan sebagai struktur kerangka pesawat nir awak (drone).

Karbon aktif memiliki beberapa keunggulan, seperti sifat penyerapan lebih baik dan sifat penghantar listrik yang baik. Dalam kerja sama, pihaknya memanfaatkan karbon aktif yang diharapkan dapat meningkatkan sifat mekanik dan termal pada komposit serat alam epoxy.

“Ke depannya kami berharap dapat mengembangkan biokarbon dari biomassa kelapa sawit,” papar Nidya.

Nidya mengatakan Kelompok Penelitian Biokarbon PRBB BRIN akan berperan dalam pengoptimalisasian material karbon aktif yang akan dijadikan sealer tambahan ke dalam komposit serat alam. Pihaknya juga akan menyediakan sarana uji yang dibutuhkan dalam riset ini.

“Kami berharap dapat menciptakan produk-produk inovasi baru dan karya-karya ilmiah yang bermanfaat bukan hanya bagi kedua belah pihak tetapi bermanfaat bagi masyarakat,” kata Nidya.

Leave a Reply